
Harga emas sempat bikin heboh setelah mencetak rekor baru, tapi kemudian melambat. Pemicu utamanya: Presiden AS Donald Trump menahan ancaman tarif ke Eropa dan mengklaim ada "kerangka" kesepakatan masa depan soal Greenland. Nada yang lebih tenang ini bikin pasar sedikit lebih berani ambil risiko, sehingga tekanan beli emas sebagai aset aman berkurang.
Meski begitu, gambaran besarnya belum berubah: emas masih berada di area tinggi karena dunia masih dipenuhi ketidakpastian. Perang dagang bisa muncul lagi kapan saja, ketegangan geopolitik belum benar-benar hilang, dan investor masih mencari aset yang dianggap paling "aman" saat pasar goyah.
Faktor lain yang ikut menjaga bara reli emas adalah drama kebijakan di AS. Ketika muncul kekhawatiran soal stabilitas kebijakan moneter dan independensi bank sentral, sebagian pelaku pasar biasanya memilih berlindung ke emas”karena dianggap lebih tahan dari guncangan politik dan perubahan arah suku bunga.
Yang bikin makin menarik: di tengah koreksi jangka pendek, Goldman Sachs justru menaikkan target harga emas akhir tahun menjadi $5.400 per ons, dari target sebelumnya $4.900. Intinya, mereka melihat permintaan masih kuat”terutama dari investor besar dan pembelian bank sentral.
Prediksi harga emas selanjutnya (jangka dekat): emas berpeluang masuk fase konsolidasi dulu setelah reli tajam. Skenario realistisnya harga bergerak di range $4.750 “ $4.900. Jika kembali tembus dan bertahan di atas $4.900, pasar biasanya mulai membidik $5.000 sebagai level psikologis berikutnya.
Namun kalau tensi geopolitik benar-benar mereda dan dolar menguat lebih agresif, emas bisa koreksi lebih dalam ke area $4.650 “ $4.720 sebelum menemukan minat beli baru. Jadi arahnya masih bullish secara besar, tapi jalannya kemungkinan "naik-turun" dan sensitif headline. (asd) [sma]
Source : Newsmaker.id
Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data ...
Harga emas menguat pada Rabu (11/2), ditopang pelemahan dolar AS dan turunnya imbal hasil obligasi AS setelah data ekonomi terbaru memperkuat narasi bahwa Federal Reserve berpeluang melanjutkan pelong...
Emas koreksi tipis di sesi Eropa hari Selasa (10/2), tapi masih bertahan di atas $5.000/oz karena pasar lagi "nahan napas" jelang rangkaian data AS yang bisa mengubah ekspektasi suku bunga. Emas spot ...
Emas bertahan di atas level psikologis $5.000 pada awal pekan, ditopang faktor kombinasi yang lagi "pas" buat logam mulia: permintaan fisik dari Tiongkok, ekspektasi suku bunga AS yang lebih rendah, d...
Harga emas masih kesulitan mengubah rebound intraday jadi reli yang berkelanjutan. Setelah sempat jatuh ke area $4.654 ( level terendah 4 hari) dan memantul, harga kembali tertolak di dekat $4.900. Pa...
Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...
Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...
Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...